- Penyakit dan Kondisi
- Lesi Otak - Gejala, Penyebab, Jenis dan Pengobatan
Lesi Otak - Gejala, Penyebab, Jenis dan Pengobatan
Lesi otak adalah area yang rusak pada jaringan otak. Hal ini dapat terjadi karena trauma cedera, infeksi, atau kerusakan sel-sel otak. Tahap awal lesi otak mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun. Namun, seiring perkembangan lesi dari waktu ke waktu, lesi tersebut dapat menyebabkan perubahan mental dan fisik. Ada banyak jenis lesi otak yang dapat berkisar dari besar hingga kecil, sedikit hingga banyak, dan dari yang relatif tidak berbahaya hingga yang mengancam jiwa.
Apa itu lesi otak?
Lesi otak adalah jenis kerusakan atau cedera pada otak. Lesi ini dapat terjadi di bagian otak mana pun. Lesi ini dapat disebabkan oleh trauma, penyakit, atau mungkin sudah ada sejak lahir.
Setiap jenis lesi otak berbeda-beda. Dalam beberapa kasus, lesi otak hanya muncul di bagian tertentu otak. Dalam kasus lain, lesi otak dapat memengaruhi bagian otak yang lebih luas. Beberapa lesi otak relatif tidak berbahaya, sementara yang lain dapat parah dan mengancam jiwa.
Minta janji temu di Rumah Sakit Apollo
Apa saja gejala lesi otak?
Anda mungkin mengalami gejala tergantung pada lokasi, tingkat keparahan, dan jenis lesi otak. Sakit kepala biasanya merupakan gejala pertama yang Anda alami saat mengalami lesi otak. Anda mungkin mengalami sakit kepala tiba-tiba sakit kepala yang mungkin memburuk seiring berjalannya waktu.
Selain sakit kepala, beberapa gejala lain yang dapat Anda alami adalah:
- Kurang nafsu makan, mual, dan muntah
- Kurangnya konsentrasi
- Hilang ingatan atau kebingungan
- Nyeri atau kaku di leher
- Kejang
- Gangguan pendengaran, pidato tertunda, atau penglihatan kabur
- Gerakan tak sadar pada bagian tubuh
Kapan harus ke dokter
Jika Anda mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas, segera cari pertolongan medis. Diagnosis dan pengobatan dini dapat membantu Anda menghindari risiko komplikasi serius di kemudian hari.
Minta janji temu di Rumah Sakit Apollo
Hubungi 1860-500-1066 untuk membuat janji temu
Apa penyebab lesi otak?
Berikut ini adalah beberapa kemungkinan penyebabnya:
- Penuaan
- Kondisi pembuluh darah seperti stroke, aneurisma arteri serebral, atau tekanan darah tinggi
- Trauma pada otak
- Infeksi di otak
- Tumor otak
- Kebiasaan gaya hidup yang buruk seperti konsumsi alkohol berlebihan dan rokok merokok
Apa saja jenis-jenis lesi otak?
- Abses: Abses adalah area infeksi di otak, seperti jaringan yang meradang atau nanah. Meskipun tidak terlalu umum, abses dapat mengancam jiwa.
- Infark serebral:Infark berarti kematian jaringan. Infark serebral adalah jenis lesi otak di mana sekelompok sel otak mati akibat pasokan oksigen yang tidak mencukupi.
- Multiple sclerosis: Pada kondisi ini, sistem kekebalan tubuh menyerang dan merusak saraf yang melapisi sumsum tulang belakang dan otak. Lesi tersebut menyulitkan komunikasi antara otak dan tubuh.
- Malformasi arteri terbukaMalformasi arteri dan vena atau AVM adalah lesi otak yang terjadi selama tahap awal perkembangan pada seseorang. Arteri dan vena otak menjadi kusut dan terhubung oleh struktur seperti tabung yang dikenal sebagai fistula.
Dalam kasus seperti itu, arteri menjadi lebih lemah dibandingkan dengan arteri normal. Aliran darah mengalir dari arteri melalui fistula dan ke vena. Hal ini menyebabkan vena membesar. Akibatnya, pembuluh darah yang rapuh ini berisiko lebih tinggi pecah dan darah bocor ke otak.
- Tumor: Tumor adalah kumpulan sel yang tumbuh secara tidak normal dari jaringan normal. Beberapa tumor di otak bersifat jinak (non-kanker) dan yang lainnya bersifat kanker. Tumor dapat bermula di otak Anda, atau dapat menyebar dari bagian tubuh lain (metastasis). Tumor dapat tumbuh dengan cepat atau tetap stabil.
Apa saja pilihan pengobatan yang tersedia untuk lesi otak?
Dengan mempertimbangkan penyebab, gejala, lokasi, dan tingkat keparahan lesi otak Anda, dokter akan merekomendasikan rencana perawatan untuk Anda. Tujuan dari rencana perawatan mungkin untuk menghilangkan lesi dari otak secara keseluruhan atau, dalam kasus yang parah, meringankan gejala untuk meningkatkan kualitas hidup.
Pilihan pengobatan standar meliputi:
Obat
Dokter mungkin meresepkan obat-obatan seperti antibiotik atau antimikroba. Obat-obatan ini akan membantu melawan infeksi.
Kemoterapi dan terapi radiasi
Kemoterapi menggunakan obat-obatan dan bahan kimia, sementara terapi radiasi menggunakan pancaran energi yang kuat. Pilihan pengobatan ini akan membantu melawan lesi otak akibat kanker.
Operasi
Pada kasus yang parah, dokter mungkin menyarankan operasi pengangkatan lesi. Pada kasus lanjut, pendekatan bedah, bahkan lesi yang sulit dijangkau di dalam otak dapat diobati.
Kesimpulan
Lesi otak berkembang dalam berbagai bentuk, yang dapat membuat diagnosisnya sulit. Inilah sebabnya mengapa penting bagi Anda untuk berkonsultasi dengan dokter bahkan jika Anda mengalami gejala ringan. Dalam kebanyakan kasus lesi otak, tidak ada gejala yang terlihat. Namun, diagnosis dapat membantu mendeteksi lesi otak sedini mungkin dan menghindari komplikasi di masa mendatang.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa perbedaan antara lesi otak dan tumor otak?
Tumor otak adalah jenis lesi otak yang bisa jinak atau ganas. Jenis tumor otak jinak yang paling umum adalah meningioma, dan tumor otak ganas adalah glioblastoma multiforme.
Seperti apa lesi otak pada MRI?
Lesi otak muncul sebagai bintik-bintik kecil berwarna terang atau gelap yang tidak normal, bukan merupakan ciri-ciri otak normal. MRI.
Bagaimana Lesi Otak Didiagnosis?
Metode yang digunakan untuk mendiagnosis dan mengidentifikasi lesi otak bergantung pada gejalanya. Pada sebagian besar kasus, pemeriksaan pencitraan MRI dan CT membantu mengidentifikasi ukuran, lokasi, dan karakteristik lesi. Tes darah dan tes laboratorium lainnya juga dapat dilakukan untuk mencari tanda-tanda infeksi.
Rumah Sakit Terbaik di Dekat Saya di Chennai