ARTHROSCOPY PINGGUL
Frekuensi Artroskopi Pinggul telah meningkat pesat selama beberapa tahun terakhir, yang mengarah pada teknik yang sangat ditingkatkan dan pemahaman yang lebih baik tentang anatomi artroskopi sendi pinggul. Prosedur artroskopi pinggul dapat berhasil mengobati kondisi yang sebelumnya tidak dikenali atau hanya dapat diobati dengan prosedur terbuka. Peningkatan teknologi telah membuat prosedur ini dapat diakses dan direproduksi. Artroskopi untuk kondisi intra-artikular dan endoskopi untuk patologi periartikular terus berkembang. Dengan meningkatnya pemahaman tentang patologi pinggul dan munculnya konsep-konsep baru seperti impingement femoroacetabular, kebutuhan akan akses artroskopi tidak hanya ke kompartemen sentral pinggul tetapi juga ke pinggiran menjadi jelas.
Artroskopi panggul merupakan salah satu teknik artroskopi yang paling cepat berkembang. Teknik ini menggabungkan manfaat prosedur Minimal Invasif dan masa rehabilitasi yang singkat. Instrumentasi dan keterampilan teknis yang lebih baik telah meningkatkan kemampuan kita untuk mendiagnosis dan mengobati berbagai kondisi secara akurat. Peran prosedur ini terus berkembang dengan indikasi baru yang dapat mengubah hasil penyakit sendi degeneratif pada sendi panggul.
Artroskopi pinggul diindikasikan untuk kondisi intra dan ekstra-artikular traumatik dan atraumatik. Impingement femoroasetabular (FAI) semakin dikenal sebagai gangguan yang dapat menyebabkan cedera kondral dan labral artikular progresif. Berbagai teknik artroskopi memungkinkan penanganan patologi labral dan tepi asetabular serta kelainan kepala-leher femur kompartemen perifer. Sekarang diketahui bahwa robekan labral yang secara tradisional ditangani dengan debridemen sederhana sering dikaitkan dengan FAI yang mendasarinya.
Artroskopi pinggul juga digunakan untuk pembedahan pada struktur di sekitar pinggul seperti sindrom snapping hip, sindrom nyeri trokanterik mayor, dan perbaikan artroskopi robekan tendon abduktor. Pemahaman yang lebih baik tentang anatomi artroskopi, teknik operasi yang lebih baik, tingkat komplikasi yang lebih rendah, dan alat ukur hasil yang objektif akan lebih jauh menentukan peran optimal artroskopi pinggul dan meningkatkan hasilnya.
